LONTO LEOK KONSEP DUDUK MELINGKAR BUDAYA MANGGARAI DALAM PERSPEKTIF METAFISIKA INTERSUBJEKTIF

Penulis

  • Lorensius Sueng Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang
  • Yohanes Delto Dosi Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Malang

DOI:

https://doi.org/10.56358/ejr.v16i2.477

Kata Kunci:

lonto leok, Budaya Manggarai, Metafisikan Intersubjektif

Abstrak

Fokus tulisan ini secara mendalam menelaah makna kultural lonto leok (tradisi duduk melingkar masyarakat Manggarai) melalui pendekatan metafisika intersubjektif. Analisis menunjukkan bahwa lonto leok tidak hanya merepresentasikan bentuk fisik, melainkan sebuah ruang eksistensial tempat realitas dikonstruksi secara kolektif melalui proses dialogis. Perspektif metafisika intersubjektif digunakan sebagai pisau analisis untuk mengungkap bagaimana realitas dibentuk dalam ruang bersama antar-subjek. Temuan penelitian mengungkap bahwa bentuk melingkar secara metafisis melambangkan prinsip kesetaraan, keterhubungan, dan keutuhan komunitas. Dalam ruang ini, pengetahuan dan nilai-nilai tidak bersifat individual dan objektif, tetapi terkonstitusi serta memperoleh keabsahannya melalui interaksi komunikatif partisipatif. Dengan demikian, lonto leok mempresentasikan suatu kosmologi yang memandang realitas sosial dan budaya sebagai produk dari dinamika interaksi dan konsensus kolektif. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa lonto leok menawarkan model metafisika holistik yang menempatkan relasi dan komunikasi sebagai landasan ontologis kehidupan bersama.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2025-12-26

Cara Mengutip

Lorensius Sueng, & Yohanes Delto Dosi. (2025). LONTO LEOK KONSEP DUDUK MELINGKAR BUDAYA MANGGARAI DALAM PERSPEKTIF METAFISIKA INTERSUBJEKTIF. Jurnal Reinha, 16(2), 106-114. https://doi.org/10.56358/ejr.v16i2.477

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama