USIA PERKAWINAN MENURUT HUKUM KANONIK

Upaya Mencegah Pernikahan Dini dalam Gereja Katolik dan Implikasinya bagi Guru Agama Katolik

Authors

  • Andreas Jama STFT Widya Sasana Malang

DOI:

https://doi.org/10.56358/ejr.v16i2.476

Keywords:

Usia perkawinan, Perkawinan dini, Hukum kanonik, Kanon 1083, Pendidikan agama Katolik, Guru agama Katolik

Abstract

Perkawinan dini masih menjadi isu sosial dan marak terjadi di Indonesia. Fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang lebar antara norma hukum sipil tentang usia perkawinan dengan praktik di lapangan. Hal tersebut juga serentak menunjukkan pentingnya  bagi orang Katolik dewasa ini terutama kaum muda, untuk memahami secara mendalam dan benar tentang batas minimum usia perkawinan yang ditetapkan hukum kanonik dan juga dampak dari perkawinan dini tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan. Data-data penelitian diperoleh melalui buku, dokumen Gereja dan artikel ilmiah. Penelitian ini menemukan bahwa pemahaman mendalam dan benar bagi kaum muda Katolik mengenai batas minimum usia perkawinan yang ditetapkan hukum kanonik dan dampak perkawinan dini merupakan langkah preventif terhadap terjadinya pernikahan dini dalam Gereja Katolik. Pemahaman tersebut idealnya dapat dilakukan di sekolah. Guru agama Katolik sebagai figur yang memiliki posisi strategis untuk menanamkan pemahaman yang benar bagi generasi mendatang, memikul tanggung jawab yang besar untuk memberikan pemahaman yang mendalam dan benar bagi peserta didik di sekolah mengenai batas minimum usia perkawinan menurut hukum kanonik dan juga dampak perkawinan dini. Membekali mereka dengan pengetahuan tersebut sejak dini, memungkinkan mereka menghindari diri dari jebakan pernikahan dini dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melangsungkan perkawinan pada usia yang matang.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2025-12-26

How to Cite

Andreas Jama. (2025). USIA PERKAWINAN MENURUT HUKUM KANONIK: Upaya Mencegah Pernikahan Dini dalam Gereja Katolik dan Implikasinya bagi Guru Agama Katolik. JURNAL REINHA, 16(2), 94-105. https://doi.org/10.56358/ejr.v16i2.476

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)