MENYIBAK TIRAI HIDUP BERSAMA TANPA IKATAN SAKRAMEN PERKAWINAN KATOLIK
DOI:
https://doi.org/10.56358/japb.v1i1.38Keywords:
Sakramen Perkawinan, Hidup Bersama Tanpa IkatanAbstract
Menyibak Tirai Hidup Bersama Tanpa Ikatan Sakramen Perkawinan Katolik. Cara hidup bersama tanpa ikatan sakramen perkawinan Katolik menjadi sebuah fenomena baru di zaman kini dan hal itu dipengaruhi oleh faktor globalisasi yang menderus iman umat selain minimnya pengetahuan tentang perkawinan. Gereja Katolik tidak pernah menyetujui gejala “hidup bersama atau tinggal bersama” sebelum menikah. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran realitas hidup bersama tanpa ikatan sakramen perkawinan katolik. Penelitian ini dilaksanakan di Lingkungan 17 Paroki Santo Yosep Onekore-Ende, Keuskupan Agung Ende-Flores. Metode yang digunakan dalam penelitiaan ini adalah kualitatif. Dalam penelitian ini tidak menggunakan istilah populasi tetapi oleh Spardley dinamakan situasi sosial yang terdiri atas tiga elemen yaitu, tempat: Lingkungan 17 Paroki Santo Yosep Onekore-Ende. Pelaku keluarga yang hidup bersama tanpa ikatan sakramen perkawinan katolik. Aktifitas berfokus pada pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan sakramen perkawinan katolik. Jumlah pasangan yang hidup bersama tanpa ikatan sakramen perkawinan katolik di Lingkungan 17 Paroki Santo Yosep Onekore Ende sebanyak 10 pasang. Sedangkan menjadi key informan dalam penelitian ini sebanyak 5 pasang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa para pasangan yang hidup tanpa ikatan sakramen perkawinan katolik disebabkan adanya lima faktor utama yang mempengaruhinya. Kelima faktor tersebut yakni: ketidaksiapan mental, aspek ekonomi, salah satu pasangan sedang menempuh pendidikan, sikap hedonistic atau kenikmatan sesaat, kebudayaan dan adat istiadat.





