DAMPAK PERANTAUAN TERHADAP KEUTUHAN PERKAWINAN KATOLIK DI STASI WILHELMUS RIANGBAO

Authors

  • Maria Florana Kewa Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka
  • Petrus Tukan Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka
  • Skolastika Lelu Beding Sekolah Tinggi Pastoral Reinha Larantuka

DOI:

https://doi.org/10.56358/japb.v6i1.340

Keywords:

Perantauan, Keutuhan Kata , Perkawinan Katolik

Abstract

Perkawinan merupakan institusi sakral dalam agama Katolik yang menekankan kesatuan dan kesetiaan antara suami dan istri, sekaligus mencerminkan hubungan antara Kristus dan Gereja-Nya. Namun, dinamika modern, termasuk fenomena perantauan, sering menjadi tantangan bagi keutuhan perkawinan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh perantauan terhadap keutuhan perkawinan Katolik dan mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dalam mempertahankan keharmonisan pasangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian   di Stasi Wilhelmus Riangbao. Subjek penelitian ini berjumlah  tiga pasangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pasangan perantauan di Stasi Wilhelmus Riangbao mengalami atau menghadapi tantangan berupa minimnya komunikasi, jarak fisik, dan perselingkuhan, sehingga keutuhan perkawinan menjadi rentan. Kurangnya keterbukaan menyebabkan hilangnya kepercayaan antara pasangan. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk meningkatkan komunikasi, memperkuat ikatan emosional, dan menjaga nilai sakral perkawinan Katolik demi mempertahankan keutuhannya.

Published

2025-06-08

How to Cite

Maria Florana Kewa, Petrus Tukan, & Skolastika Lelu Beding. (2025). DAMPAK PERANTAUAN TERHADAP KEUTUHAN PERKAWINAN KATOLIK DI STASI WILHELMUS RIANGBAO. JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan Dan Budaya, 6(1), 14-24. https://doi.org/10.56358/japb.v6i1.340

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)